Kamis, 23 Maret 2017

Muka Dua kah?

Bukannya Tuhan hanya menciptakan manusia dengan 1 muka? 
Lalu kenapa masih ada muka yang lain di atas muka asli manusia?
Apakah satu muka tidak cukup? sampai harus menggunakan muka lain lagi untuk berhadapan dengan orang lain?

Untuk apa?
Apakah untuk membuat orang lain takjub?
atau untuk berlindung dizona aman?
Bukannya itu munafik??

Kenapa banyak yang bermuka dua sekarang?
Benar-benar manakutkan
Kalau dulu setan  itu cuma berwujud yang menyeramkan, sekarang justru mereka berparas rupawan

ya... setan berwujud manusia

Semoga kami bukan termasuk  dalam golongan itu Ya Tuhan...


Aminnn

Minggu, 19 Oktober 2014

Tuhan Terkasih..
Entah apa yang aku rasakan saat ini
Tiba-tiba saja merasa terasing dan sendiri.
Rasa lelah bergelayut dalam hati.
Lelah mengalah dan lelah menahan amarah yang aku coba padamkan.
Tuhan... kadang ingin aku membagi semua ini, tapi entah pada siapa.
Mungkin hanya padaMU aku bisa bercerita tentang semuanya.
Aku masih yakin ya Tuhan bahwa setiap rasa sakit hati dan keluh kesahku akan berganti suka dan bahagia juga aku mampu untuk melewatinya dengan sabar.
Tuhan kuatkan hati dan keyakinanku ini...
Ku berserah dalam kasihMu.


Jumat, 10 Oktober 2014

Aku adalah aku, Bukan Kamu

Manusia di ciptakan Tuhan secara beragam. Entah itu bentuk fisiknya, keyakinannya maupun perilakunya. Mungkin Jika Tuhan mau, niscaya semua makhluk dapat Tuhan buat secara sama, tapi kenyataannya berlainan. Tuhan menciptakan makhlukNya secara berbeda-beda. Lantas kenapa  kita harus berapi - api untuk membuat semuanya terlihat atau bahkan benar-benar menjadi sama? Bukankah Tuhan jauh lebih superpower daripada manusia?

haft... Kadang aku bingung kenapa kita yang nggak sekuat Tuhan begitu egois ingin membuat semuanya menjadi sama. Apakah "sama" menjadi jaminan mutlak sesuatu yang indah? Bukannya pelangi itu berbeda-beda warnanya? tapi dia terlihat begitu menajubkan.

Aku adalah aku, aku bukan kamu dan kamu pun bukan aku.Prinsip itu yang masih aku pegang. Hingga sampai saat ini, aku pun masih belajar untuk memahami kenapa orang bisa berbuat ini dan berbuat itu. Tapi, akankan mereka melakukan hal yang aku lakukan itu?

Aku nggak punya keinginan yang terlalu muluk-muluk dalam hidup ini. Aku hanya ingin menjalankan sesuatu sesuai kata hatiku. Mungkin terdengar idealis dan egois, tapi aku yakin hampir semua orang pasti ingin seperti itu. Hidup tanpa preassure dari orang lain dan bahagia dengan cara mereka sendiri.

Bahagia buatku bukan hanya sekedar materi. bisa tersenyum, dan tertawa itu sudah sangat cukup. Aku ingin orang disekelilingku juga bahagia, tapi bukan dengan selalu membiarkan hati aku merasa tertekan. Bukan pula dengan cara membohongi hati kecil aku.

Biarkan aku seutuhnya menjadi diri aku sendiri, bukan setengah menjadi kamu. Cobalah untuk tidak memandang aku secara sempit, karna banyak hal yang kamu tidak sepenuhnya tahu tentang aku. Sesuatu yang tidak aku tampakkan bukan berati tidak ada sama sekali. Kadang Aku harus menyembunyikannya agar kamu bisa tertawa meskipun pada akhirnya hati aku perih.

Selasa, 04 Februari 2014

Aku dan sebuah cerita

Waktu selalu berjalan. Dulu dan sekarang memang tak lagi sama. Meraka yang dulu ada di masa lalu, tak semuanya  hadir di masa sekarang. Aku enggan meratap, karna aku tahu mereka yang datang dan pergi dalam hidupku memang sudah diatur oleh sang Sutradara kehidupan. Hidup memang tak selamanya manis. Ibarat sebuah cerita, akhir dari kehidupan kita selalu punya berbagai kemungkinan. Berakhir dengan bahagia, buruk atau bahkan tak jelas. Apapun yang aku dapatkan sekarang adalah hal  terbaik yang sudah digariskan Tuhan padaku. Aku memang bukan orang yang religius dan bukan pula umat Tuhan yang taat. Tapi satu hal yang aku yakini, bahwa Tuhan punya cinta yang banyak untukku meski tak semua yang aku inginkan Dia berikan.

Jumat, 27 September 2013

TENTANG DIA...
(By Anggun Kusumawardhani)

Sejenak aku teringat ketika pertama kalinya aku bertemu denganmu…
Aku pikir, kau ini seorang yang serius dan dingin
Bahkan saat aku sudah mengenalmu hampir dua minggu
Kesan itu belum hilang
Tapi, setelah beberapa bulan bersama
Aku baru tahu betapa kekanak-kanakannya dirimu
Berusaha mencari celah untuk mengerjaiku
Berupaya mengambil foto-fotoku 
Saat aku sedang tidak dalam pose yang cantik 
Seperti anak-anak perempuan yang lain…

Haiii,, Pemalas! Harus aku akui
Dulu kau mampu membuatku merasa sangat gugup saat sedang berdua denganmu..
Aku masih ingat, malam pertama kita pergi hanya berdua
Saat itulah aku begitu bingung memikirkan bahan pembicaraan agar kita berdua bisa lebih akrab…
Berawal dari itulah kita berdua dipasangkan
Dan cerita kita dimulai..

Terkadang aku ingin mengulang masa-masa itu kembali…
Pemalas!!! akhir-akhir ini aku merasa takut cerita itu tak akan lagi berlanjut 
Aku takut malam-malamku tak kan kau ganggu seperti biasanya lagi..
Dan aku juga takut jika kau tak lagi mengomentari semua foto-fotoku…
Dengan kata-katamu yang tak pernah memuji
Aku takut kau tak kan lagi mengirim pesan untuk membangunkanku..
Dan aku takut kau tak seperti hari kemarin…

Jika aku boleh memilih,,
Aku lebih suka kau yang banyak bicara
Meskipun hanya untuk mengejekku

Pemalas!!! Apa ini memang pertanda dari Tuhan 
Jika aku harus bangun dari mimpi yang aku habiskan dengan orang yang kekanak-kanakan seperti dirimu?
Pemalas!! Apa kau akan kembali untuk menggangu hari-hariku lagi seperti biasanya???

Walaupun aku sering bilang tidak suka dengan sikapmu yang kekanak-kanakan,
Tapi aku berharap kau tak akan berubah
Tetap jadi seperti yang aku kenal…
Seorang pemalas yang mengganggu siang dan malamku…

TENTANG DIA, SI PEMALAS YANG KU SUKA (DULU)

KISAH TANPA NAMA 
(BY Anggun Kusumawardhani)

Kamu...
Kamu itu…
Satu-satunya orang yang nggak pernah sama sekali mau muji aku
Atau bilang hal-hal yang baik tentang aku
Satu-satunya orang yang sering bilang kalau aku itu “payah”
Orang yang bilang kalau aku itu kayak anak tk
Orang yang sering bikin aku jengkel dan
Orang yang paling seneng ngerjain aku.

Tapi kamu juga…
Orang yang bisa buat aku tertawa dengan pemikiran kamu yang aneh
Orang yang akhir-akhir ini nemenin aku dalam dunia tidak nyata
Orang yang buat aku pengen bilang "aku kangen kamu"
Orang yang mengajarkan aku, bahwa tidak semua pertanyaan itu ada jawabannya
Dan orang yang mengajarkan aku, bahwa sesuatu itu tidak selalu untuk dikatakan tapi mungkin cukup untuk dirasakan
Karna mungkin semua hal dan kenangan tentang kamu memang bukan untuk aku katakan tapi cukup untuk aku rasakan.

Kelak, aku hanya mampu tertawa mengingat semua kenangan-kenangan itu
Terimakasih karna telah membuatku merasakan banyak hal selama mengenalmu
Kelak, dan kelak,,,ketika disampingku sudah ada lelaki lain sebagai teman hidupku, dan wanita lain sebagai pendampingmu,,
Semoga kita bisa bahagia meski kita tak bisa untuk bersama-sama lagi
Pertemuan singkat denganmu akan selalu aku ingat, karna sosok sepertimu mungkin tak akan lagi aku jumpai di lain tempat

Aku dan kamu hanyalah kisah tanpa nama
Kisah yang akhir ceritanya masih menjadi rahasia
Aku akan merindukanmu, kelak jika aku sudah tidak disini bersamamu…

Itu pasti, meskipun aku tak akan pernah mengatakan ini padamu 
Dan kamu juga mungkin tak merasakan hal yang sama sepertiku

Teruntuk kamu yang tak dapat ku sebut namanya " kisah tanpa nama"