Jumat, 10 Oktober 2014

Aku adalah aku, Bukan Kamu

Manusia di ciptakan Tuhan secara beragam. Entah itu bentuk fisiknya, keyakinannya maupun perilakunya. Mungkin Jika Tuhan mau, niscaya semua makhluk dapat Tuhan buat secara sama, tapi kenyataannya berlainan. Tuhan menciptakan makhlukNya secara berbeda-beda. Lantas kenapa  kita harus berapi - api untuk membuat semuanya terlihat atau bahkan benar-benar menjadi sama? Bukankah Tuhan jauh lebih superpower daripada manusia?

haft... Kadang aku bingung kenapa kita yang nggak sekuat Tuhan begitu egois ingin membuat semuanya menjadi sama. Apakah "sama" menjadi jaminan mutlak sesuatu yang indah? Bukannya pelangi itu berbeda-beda warnanya? tapi dia terlihat begitu menajubkan.

Aku adalah aku, aku bukan kamu dan kamu pun bukan aku.Prinsip itu yang masih aku pegang. Hingga sampai saat ini, aku pun masih belajar untuk memahami kenapa orang bisa berbuat ini dan berbuat itu. Tapi, akankan mereka melakukan hal yang aku lakukan itu?

Aku nggak punya keinginan yang terlalu muluk-muluk dalam hidup ini. Aku hanya ingin menjalankan sesuatu sesuai kata hatiku. Mungkin terdengar idealis dan egois, tapi aku yakin hampir semua orang pasti ingin seperti itu. Hidup tanpa preassure dari orang lain dan bahagia dengan cara mereka sendiri.

Bahagia buatku bukan hanya sekedar materi. bisa tersenyum, dan tertawa itu sudah sangat cukup. Aku ingin orang disekelilingku juga bahagia, tapi bukan dengan selalu membiarkan hati aku merasa tertekan. Bukan pula dengan cara membohongi hati kecil aku.

Biarkan aku seutuhnya menjadi diri aku sendiri, bukan setengah menjadi kamu. Cobalah untuk tidak memandang aku secara sempit, karna banyak hal yang kamu tidak sepenuhnya tahu tentang aku. Sesuatu yang tidak aku tampakkan bukan berati tidak ada sama sekali. Kadang Aku harus menyembunyikannya agar kamu bisa tertawa meskipun pada akhirnya hati aku perih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar