Tuhan Terkasih..
Entah apa yang aku rasakan saat ini
Tiba-tiba saja merasa terasing dan sendiri.
Rasa lelah bergelayut dalam hati.
Lelah mengalah dan lelah menahan amarah yang aku coba padamkan.
Tuhan... kadang ingin aku membagi semua ini, tapi entah pada siapa.
Mungkin hanya padaMU aku bisa bercerita tentang semuanya.
Aku masih yakin ya Tuhan bahwa setiap rasa sakit hati dan keluh kesahku akan berganti suka dan bahagia juga aku mampu untuk melewatinya dengan sabar.
Tuhan kuatkan hati dan keyakinanku ini...
Ku berserah dalam kasihMu.
Minggu, 19 Oktober 2014
Jumat, 10 Oktober 2014
Aku adalah aku, Bukan Kamu
Manusia di ciptakan Tuhan secara beragam. Entah itu bentuk fisiknya, keyakinannya maupun perilakunya. Mungkin Jika Tuhan mau, niscaya semua makhluk dapat Tuhan buat secara sama, tapi kenyataannya berlainan. Tuhan menciptakan makhlukNya secara berbeda-beda. Lantas kenapa kita harus berapi - api untuk membuat semuanya terlihat atau bahkan benar-benar menjadi sama? Bukankah Tuhan jauh lebih superpower daripada manusia?
haft... Kadang aku bingung kenapa kita yang nggak sekuat Tuhan begitu egois ingin membuat semuanya menjadi sama. Apakah "sama" menjadi jaminan mutlak sesuatu yang indah? Bukannya pelangi itu berbeda-beda warnanya? tapi dia terlihat begitu menajubkan.
Aku adalah aku, aku bukan kamu dan kamu pun bukan aku.Prinsip itu yang masih aku pegang. Hingga sampai saat ini, aku pun masih belajar untuk memahami kenapa orang bisa berbuat ini dan berbuat itu. Tapi, akankan mereka melakukan hal yang aku lakukan itu?
Aku nggak punya keinginan yang terlalu muluk-muluk dalam hidup ini. Aku hanya ingin menjalankan sesuatu sesuai kata hatiku. Mungkin terdengar idealis dan egois, tapi aku yakin hampir semua orang pasti ingin seperti itu. Hidup tanpa preassure dari orang lain dan bahagia dengan cara mereka sendiri.
Bahagia buatku bukan hanya sekedar materi. bisa tersenyum, dan tertawa itu sudah sangat cukup. Aku ingin orang disekelilingku juga bahagia, tapi bukan dengan selalu membiarkan hati aku merasa tertekan. Bukan pula dengan cara membohongi hati kecil aku.
Biarkan aku seutuhnya menjadi diri aku sendiri, bukan setengah menjadi kamu. Cobalah untuk tidak memandang aku secara sempit, karna banyak hal yang kamu tidak sepenuhnya tahu tentang aku. Sesuatu yang tidak aku tampakkan bukan berati tidak ada sama sekali. Kadang Aku harus menyembunyikannya agar kamu bisa tertawa meskipun pada akhirnya hati aku perih.
Manusia di ciptakan Tuhan secara beragam. Entah itu bentuk fisiknya, keyakinannya maupun perilakunya. Mungkin Jika Tuhan mau, niscaya semua makhluk dapat Tuhan buat secara sama, tapi kenyataannya berlainan. Tuhan menciptakan makhlukNya secara berbeda-beda. Lantas kenapa kita harus berapi - api untuk membuat semuanya terlihat atau bahkan benar-benar menjadi sama? Bukankah Tuhan jauh lebih superpower daripada manusia?
haft... Kadang aku bingung kenapa kita yang nggak sekuat Tuhan begitu egois ingin membuat semuanya menjadi sama. Apakah "sama" menjadi jaminan mutlak sesuatu yang indah? Bukannya pelangi itu berbeda-beda warnanya? tapi dia terlihat begitu menajubkan.
Aku adalah aku, aku bukan kamu dan kamu pun bukan aku.Prinsip itu yang masih aku pegang. Hingga sampai saat ini, aku pun masih belajar untuk memahami kenapa orang bisa berbuat ini dan berbuat itu. Tapi, akankan mereka melakukan hal yang aku lakukan itu?
Aku nggak punya keinginan yang terlalu muluk-muluk dalam hidup ini. Aku hanya ingin menjalankan sesuatu sesuai kata hatiku. Mungkin terdengar idealis dan egois, tapi aku yakin hampir semua orang pasti ingin seperti itu. Hidup tanpa preassure dari orang lain dan bahagia dengan cara mereka sendiri.
Bahagia buatku bukan hanya sekedar materi. bisa tersenyum, dan tertawa itu sudah sangat cukup. Aku ingin orang disekelilingku juga bahagia, tapi bukan dengan selalu membiarkan hati aku merasa tertekan. Bukan pula dengan cara membohongi hati kecil aku.
Biarkan aku seutuhnya menjadi diri aku sendiri, bukan setengah menjadi kamu. Cobalah untuk tidak memandang aku secara sempit, karna banyak hal yang kamu tidak sepenuhnya tahu tentang aku. Sesuatu yang tidak aku tampakkan bukan berati tidak ada sama sekali. Kadang Aku harus menyembunyikannya agar kamu bisa tertawa meskipun pada akhirnya hati aku perih.
Selasa, 04 Februari 2014
Aku dan sebuah cerita
Waktu selalu berjalan. Dulu dan sekarang memang tak lagi sama. Meraka yang dulu ada di masa lalu, tak semuanya hadir di masa sekarang. Aku enggan meratap, karna aku tahu mereka yang datang dan pergi dalam hidupku memang sudah diatur oleh sang Sutradara kehidupan. Hidup memang tak selamanya manis. Ibarat sebuah cerita, akhir dari kehidupan kita selalu punya berbagai kemungkinan. Berakhir dengan bahagia, buruk atau bahkan tak jelas. Apapun yang aku dapatkan sekarang adalah hal terbaik yang sudah digariskan Tuhan padaku. Aku memang bukan orang yang religius dan bukan pula umat Tuhan yang taat. Tapi satu hal yang aku yakini, bahwa Tuhan punya cinta yang banyak untukku meski tak semua yang aku inginkan Dia berikan.
Waktu selalu berjalan. Dulu dan sekarang memang tak lagi sama. Meraka yang dulu ada di masa lalu, tak semuanya hadir di masa sekarang. Aku enggan meratap, karna aku tahu mereka yang datang dan pergi dalam hidupku memang sudah diatur oleh sang Sutradara kehidupan. Hidup memang tak selamanya manis. Ibarat sebuah cerita, akhir dari kehidupan kita selalu punya berbagai kemungkinan. Berakhir dengan bahagia, buruk atau bahkan tak jelas. Apapun yang aku dapatkan sekarang adalah hal terbaik yang sudah digariskan Tuhan padaku. Aku memang bukan orang yang religius dan bukan pula umat Tuhan yang taat. Tapi satu hal yang aku yakini, bahwa Tuhan punya cinta yang banyak untukku meski tak semua yang aku inginkan Dia berikan.
Langganan:
Komentar (Atom)